PERENCANAAN LOKASI DAN SITE PLAN SENTRA KULINER : STRATEGI UNTUK PENGEMBANGAN KAWASAN KULINER

Authors

  • Yoga Eko Achmad Nugroho Universitas Wijayakusuma Purwokerto
  • Hanifan Ardhi Alfarizi Universitas Wijayakusuma Purwokerto
  • Roy Bastyan Universitas Wijayakusuma Purwokerto
  • Bagus Kusuma Wardana Universitas Wijayakusuma Purwokerto
  • Evelyn Faustina Universitas Wijayakusuma Purwokerto
  • Dwi Janatin Universitas Wijayakusuma Purwokerto
  • Khansa Khalila Rosmalena Universitas Wijayakusuma Purwokerto
  • Veni Fitriani Universitas Wijayakusuma Purwokerto
  • Gita Terawati Universitas Wijayakusuma Purwokerto
  • Alfit Budi Prasetyo Universitas Wijayakusuma Purwokerto
  • Radhika Fara Felisya Universitas Wijayakusuma Purwokerto

DOI:

https://doi.org/10.63859/wikuacitya.v4i2.389

Keywords:

penataan ruang; sentra kuliner; wisata kuliner; UMKM; Desa Bumiroso.

Abstract

Penataan ruang memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang tertib, nyaman, dan fungsional bagi aktivitas manusia. Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini bertujuan merancang site plan Sentra Kuliner di Desa Bumiroso, Kecamatan Watumalang, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Desa ini dikenal sebagai sentra produksi tahu dan tempe, namun masih menghadapi permasalahan penataan kawasan, khususnya di sepanjang jalan utama yang sering digunakan oleh pedagang kaki lima. Kondisi tersebut menyebabkan kemacetan dan menurunkan kenyamanan serta keselamatan pengguna jalan. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif, meliputi tahapan sosialisasi, observasi lapangan, pemetaan lokasi, dan perancangan desain menggunakan software AutoCAD dan SketchUp. Hasil program berupa gambar kerja 2D dan 3D, mencakup site plan di Dusun Bumiroso dan Siwatu, serta desain elemen pendukung seperti gazebo, stand makanan, meja, dan kursi. Rancangan kawasan kuliner ini mempertimbangkan aspek fungsional, estetika, serta potensi ekonomi lokal. Dengan melibatkan UMKM setempat, program ini diharapkan mampu meningkatkan daya tarik desa sebagai destinasi wisata kuliner sekaligus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi berbasis komunitas. Hasil ini menjadi langkah awal menuju pengembangan kawasan yang berkelanjutan.

Downloads

Published

2025-05-23